Banjir akibat guyuran curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir kembali melanda Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo. Warga yang rumah tergenangi air setinggi 20 cm lebih dan berangsur naik itu terpaksa diungsikan ketempat yang aman.Banjir yang terparah sepanjang musim hujan kali ini, menurut Samiyono, Kepala Dusun Kraton akibat curah hujan terparah sehari semalam kemarin, Rabu (28/12/11) “Iya, karena hujan deras seharian kemarin. Dan air mulai masuk rumah warga sejak jam 9 malam, menggenangi sekitar 190-an rumah” kata SamiyonoSamiyono menambahkan, banjir tersebut akibat dari tanggul Sungai Curahnongko di Desa Andongrejo yang belum selesai diperbaiki, namun sudah keduluan datangnya hujan deras kemarin. “Sebelumnya ada dua titik tanggul yang jebol. Yang satu sudah diperbaiki,” imbuhnya. Yang diperbaiki adalah sisi barat sepanjang enam meter yang ditutup dengan bronjong kawat serta karungan pasir.Banjir yang sebelumnya hanya merendam sekitar 54 KK (18/12) dan 170 KK (23/12). Namun sampai siang tadi, genangan air yang cukup tinggi di beberapa rumah di RT 7 dan RT 8 di RW 3, sudah mencapai 1,5 meter. Oleh karena itu, pihak desa pun mencoba mengevakuasi 54 KK di RT 7 dan 8 tersebut.“Mulai tadi malam hingga sekarang (pagi kemarin) 54 KK bergantian diungsikan dari rumahnya,” ujarnya.Seperti pantauan di lapangan pagi kemarin, masih tampak warga dengan menggunakan tong-tong yang dibuat untuk perahu di lokasi kejadian. Juga ada beberapa yang menggunakan rakitan bambu dengan dibantu pihak pemerintah desa, koramil dan Polsek Tempurejo mengangkat dan membawa berbagai barang-barang yang mungkin bisa dibawa ke tempat yang lebih tinggi.Barang-barang yang diselamatkan seperti baju, makanan untuk persiapan mengunggsi beberapa saat. “Sedangkan barang - barang peralatan rumah ditempatkan di rumahnya masing - masing,” ujarnya.Menurut Samiyono, meskipun merupakan musibah musiman, tetapi belum ada penanganan serius dari pemerintah terkait. “Hanya kemarin, PMI Jember membagikan sembako,” tuturnya. Namun, untuk langkah serius dalam mencegah dan menanggulangi bencana lanjutan belum ada tindak lanjut.
Musim masuk sekolah sepertinya dimanfaatkan oleh pihak sekolah di Jember untuk menarik pungutan-pungutan berbentuk sumbangan kepada calon siswa. Hal tersebut tentu memberatkan orang tua siswa. Penjabat Bupati Jember Zarkasih meminta agar pungutan-pungutan yang tidak penting dalam penerimaan siswa baru ditiadakan. Pungutan-pungutan tidak penting ini bisa mencoreng nama dunia pendidikan. Perlu ada koordinasi antara pihak sekolah, pengawas, UPTD dan diknas untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut. Apakah masih ada indikasi terjadinya pungutan? Belum ada indikasi ke sana. Kami memberikan imbauan untuk mencegah hal-hal semacam itu,kata Zarkasih.Ia juga menyatakan,masyarakat miskin masuk dalam prioritas pendidikan. Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Jember, Wiwik Amiseno, mengatakan, ada lima program prioritas pendidikan sebagai target yang akan dicapai.Target itu antara lain pendidikan anak usia dini (PAUD), wajib belajar pendidikan 9 tahun yang bermutu, pengembangan pendidikan menengah,pendidikan non formal, dan peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan. Jumlah layanan pendidikan di Kabupaten Jember cukup banyak, yaitu 3.073 lembaga negeri dan swasta, mulai dari PAUD, hingga Sekolah Menengah Atas/ sederajat. Sementara jumlah tenaga pendidik sendiri mencapai 24.737 orang, baik PNS maupun Non PNS. Wiwik mengatakan, angka kelulusan SMA-SMK mengalami kenaikan 5,22 persen dibanding tahun sebelumnya.Dari jumlah peserta 13.233 orang, siswa yang lulus sebesar 13.188 orang.
RSD dr. Soebandi Jember, setelah dilempar Mercon Bantingan alias oleh orang tak dikenal. Korban mengalami luka parah pada kaki kanan dari betis hingga paha dengan kondisi hancur berantakan. Info yang berhasil dihimpun kejadian sekitar pukul 21.30 kemarin malam itu bermula saat korban selesai pijat di rumahnya sendiri. Namun beberapa menit kemudian terdengar suara ledakan yang berasal dari rumah korban,Terdengar suara ledakan yang sangat keras, berasal dari dalam rumah pak Iksan,terang salah satu tetangga korban. Istri korban langsung berteriak histeris setelah mengetahui kondisi sang suami sudah tergeletak sambil mengerang kesakitan dengan kondisi kaki kanan hancur. Warga sekitar langsung berbondong-bondong mendatangi rumah korban, beberapa diantaranya melaporkan kejadian tersebut kepihak Polsek Sumberbaru. Beberapa saat kemudian petugas kepolisian datang dan langsung melakukan olah TKP dengan memasang garis polisi. Dibantu warga, petugas membawa korban ke Puskesmas terdekat, namun karena kondisinya sangat parah, polisi akhirnya membawa korban ke RSD dr. Soebandi Jember. Namun sayang, dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya. Dugaan sementara,kejadian yang menimpa korban mungkin terpicu oleh dendam pribadi,mengingat tahun 2004 silam korban sempat melakukan sumpah pocong atas inisiatif sendiri, setelah dirinya santer dibicarakan warga sekitar mempunyai ilmu santet. Terkait pembunuhan ini, AKP Saidi Kapolsek Sumberbaru, melalui Kanit Reskrimnya AIPTU Soekamto mengatakan, sejauh ini pihaknya masih belum bisa memastikan motif dibalik pembunuhan ini, karena kasus ini masih dalam penyelidikan.Sampai saat ini polisi sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangannya,Mudah-mudahan dalam waktu dekat, pelaku segera bisa ditangkap,jelas Soekamto.
Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menawarkan kesempatan beasiswa pendidikan S-2 di luar negeri untuk tahun akademik 2011/2012. Hanya saja tawaran ini berlaku khusus bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lembaga kementerian dan nonkementerian, termasuk TNI/POLRI, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, serta karyawan dan karyawati swasta yang berhubungan dengan bidang teknologi dan informasi.
Beasiswa akan diberikan kepada para pelamar yang dinilai memenuhi persyaratan mengikuti program pendidikan S-2 di perguruan-perguruan tinggi di Belanda, Jerman, Jepang, Korea Selatan, serta Australia, yang telah ditetapkan pihak Keminfo.
Kandidat wajib memilih program studi sesuai bidang-bidang studi yang juga telah ditetapkan Keminfo, serta khusus bagi kandidat yang mendapatkan tugas akhir berupa penelitian, wajib menyelesaikan penelitian dengan tema/topik sesuai visi dan misi Keminfo.
Pelamar akan mendapatkan prioritas jika saat ini telah memiliki Surat Penerimaan (Letter of Acceptence) dari perguruan tinggi yang telah ditetapkan Keminfo (daftar bidang studi dan perguruan tinggi terlampir) dan surat tersebut telah mendapatkan verifikasi dari Keminfo.
Sebagai syarat utama lainnya, pelamar telah lulus sarjana (S-1), memiliki IPK minimal 2,90 (dari skala 4), memiliki nilai Institutional TOEFL (ITP) minimal 550 atau IELTS minimal 6,5, serta mmiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550, serta mendapatkan rekomendasi dari pejabat berwenang. Kandidat yang diutamakan adalah yang telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun dan berusia maksimal 35 tahun.
Bagi yang berminat, pendaftaran dan penyerahan berkas lamaran beasiswa paling lambat 4 April 2011. Informasi lebih detail mengenai beasiswa ini bisa dilihat dan diunduh langsung di http://www.depkominfo.go.id
Beberapa kalimat Djalal yang menghebohkan itu diantaranya, "...Harus sombong pak, Nabi Muhammad saja sombong, meski di rumah ada tamu dan nasi tinggal sepiring, nasi itu tetap dibagi untuk disuguhkan, sombong pak. Tapi sombong yang bagus..,".
Rekaman CD itu tersebut berisi pidato Bupati Jember MZA Djalal pada acara bedah potensi desa di Garahan Silo. Dalam dua hari terakhir ini, CD rekaman pidato itu beredar luas. Rekaman pidato itu menyebar tidak hanya dalam bentuk CD, tetapi juga kaset dan melalui telepon seluler masyarakat umum.
Sementara itu, Pemkab Jember membantah tudingan Bupati MZA Djalal melakukan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. Menurut Kabag Humas Pemkab Jember Agus Slameto, bupati dalam acara tersebut menyampaikan tauladan nabi untuk selalu berbesar hati.
"Yang dikatakan bupati adalah mengambil keteladan Nabi Muhammad yang selalu berbesar hati. Harapannya agar masyarakat Jember bisa berbesar hati dan bersemangat untuk meraih kesejahteraan seperti yang diharapkan," kata Agus Slameto,.
Dia berharap agar peristiwa itu tidak dipolitisasi yang dapat membuat suasana Pemilukada menjadi panas. Apalagi isu yang dikembangkan itu berbau suku agama dan ras (SARA). [*/yan]
Rekaman CD itu tersebut berisi pidato Bupati Jember MZA Djalal pada acara bedah potensi desa di Garahan Silo. Dalam dua hari terakhir ini, CD rekaman pidato itu beredar luas. Rekaman pidato itu menyebar tidak hanya dalam bentuk CD, tetapi juga kaset dan melalui telepon seluler masyarakat umum.
Sementara itu, Pemkab Jember membantah tudingan Bupati MZA Djalal melakukan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. Menurut Kabag Humas Pemkab Jember Agus Slameto, bupati dalam acara tersebut menyampaikan tauladan nabi untuk selalu berbesar hati.
"Yang dikatakan bupati adalah mengambil keteladan Nabi Muhammad yang selalu berbesar hati. Harapannya agar masyarakat Jember bisa berbesar hati dan bersemangat untuk meraih kesejahteraan seperti yang diharapkan," kata Agus Slameto,.
Dia berharap agar peristiwa itu tidak dipolitisasi yang dapat membuat suasana Pemilukada menjadi panas. Apalagi isu yang dikembangkan itu berbau suku agama dan ras (SARA). [*/yan]
Apa kata pemerintah kita jika perangkat desa mengambil keuntungan dengan jalan pembuatan KK????
Ini terjadi di Desa Tempurejo saat pembuatan Kartu Keluarga(KK).Menurut beberapa saksi sebetulnya biaya pembuatan KK sudah diatur oleh pemerintah pusat Jember sebesar Rp10.000,- , tapi oleh RT setempat malah menarik uang sebesar Rp20.000,- kepada tiap anggota keluarga.Dan ironisnya sudah berbulan-bulan KK yang dijanjikan belum juga usai.
Apakah ini bisa disebut pemerintahan yang jujur??????????????????????????
Ini terjadi di Desa Tempurejo saat pembuatan Kartu Keluarga(KK).Menurut beberapa saksi sebetulnya biaya pembuatan KK sudah diatur oleh pemerintah pusat Jember sebesar Rp10.000,- , tapi oleh RT setempat malah menarik uang sebesar Rp20.000,- kepada tiap anggota keluarga.Dan ironisnya sudah berbulan-bulan KK yang dijanjikan belum juga usai.
Apakah ini bisa disebut pemerintahan yang jujur??????????????????????????
Guru SMPN 1 Jenggawah Gelar Doktor Palsu JEMBER - Tim verifikasi administrasi bagi guru bersertifikasi dari Universitas Jember (Unej) menemukan dugaan gelar doctor palsu dari salah seorang pengajar di SMPN 1 Jenggawah.Tak tanggung – tanggung gelar doctor guru SMPN 1 Jenggawah ini juga ada gelar PHd. Kons. Anehnya, dia sering menjadi narasumber di berbagai seminar yang diikuti guru-guru SD, SMP dan SMA yang hendak sertifikasi. Sertifikat seminar itulah dijadikan para guru di Jember sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi guru bersertifikasi.Mengetahui laporan tersebut akhirnya cek dilakukan."Kita akhirnya dengan jelas dapat jawaban dari IKIP Malang, bahwa gelar Doktor yang dimiliki oleh Suko Budiono guru SMPN 1
Jenggawah itu palsu," ungkap DR. Hidayat Teguh Wiyono Mpd anggota Tim Verifikasi Administrasi dari Unej, Senin (17/5). Pun juga dengan gelar PHd-nya. "Katanya dia lulusan Australia
itu juga diduga kuat palsu, anehnya dia selama ini telah keliling kemana-mana mengisi berbagai seminar dan sertifikat seminarnya digunakan untuk perlengkapan sertifikasi," tegasnya. Kepala Dinas
Pendidikan Jember, H Drs Achmad Sudiyono Msi Psi, menegaskan bahwa pihaknya sudah memberi sanksi tegas kepada Suko Budiono. "Karena dia jelas telah mencoreng nama baik Dinas Pendidikan dan jajaran Pendidikan Jember,"tegasnya. Achmad menolak menyebut sanksi tegas itu. Sanksinya lebih tegas lagi ketika Dinas Pendidikan Jember mendapat jawaban resmi dari masing – masing Universitas.
Jenggawah itu palsu," ungkap DR. Hidayat Teguh Wiyono Mpd anggota Tim Verifikasi Administrasi dari Unej, Senin (17/5). Pun juga dengan gelar PHd-nya. "Katanya dia lulusan Australia
itu juga diduga kuat palsu, anehnya dia selama ini telah keliling kemana-mana mengisi berbagai seminar dan sertifikat seminarnya digunakan untuk perlengkapan sertifikasi," tegasnya. Kepala Dinas
Pendidikan Jember, H Drs Achmad Sudiyono Msi Psi, menegaskan bahwa pihaknya sudah memberi sanksi tegas kepada Suko Budiono. "Karena dia jelas telah mencoreng nama baik Dinas Pendidikan dan jajaran Pendidikan Jember,"tegasnya. Achmad menolak menyebut sanksi tegas itu. Sanksinya lebih tegas lagi ketika Dinas Pendidikan Jember mendapat jawaban resmi dari masing – masing Universitas.





