Musim masuk sekolah sepertinya dimanfaatkan oleh pihak sekolah di Jember untuk menarik pungutan-pungutan berbentuk sumbangan kepada calon siswa. Hal tersebut tentu memberatkan orang tua siswa. Penjabat Bupati Jember Zarkasih meminta agar pungutan-pungutan yang tidak penting dalam penerimaan siswa baru ditiadakan. Pungutan-pungutan tidak penting ini bisa mencoreng nama dunia pendidikan. Perlu ada koordinasi antara pihak sekolah, pengawas, UPTD dan diknas untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut. Apakah masih ada indikasi terjadinya pungutan? Belum ada indikasi ke sana. Kami memberikan imbauan untuk mencegah hal-hal semacam itu,kata Zarkasih.Ia juga menyatakan,masyarakat miskin masuk dalam prioritas pendidikan. Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Jember, Wiwik Amiseno, mengatakan, ada lima program prioritas pendidikan sebagai target yang akan dicapai.Target itu antara lain pendidikan anak usia dini (PAUD), wajib belajar pendidikan 9 tahun yang bermutu, pengembangan pendidikan menengah,pendidikan non formal, dan peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan. Jumlah layanan pendidikan di Kabupaten Jember cukup banyak, yaitu 3.073 lembaga negeri dan swasta, mulai dari PAUD, hingga Sekolah Menengah Atas/ sederajat. Sementara jumlah tenaga pendidik sendiri mencapai 24.737 orang, baik PNS maupun Non PNS. Wiwik mengatakan, angka kelulusan SMA-SMK mengalami kenaikan 5,22 persen dibanding tahun sebelumnya.Dari jumlah peserta 13.233 orang, siswa yang lulus sebesar 13.188 orang.

Categories:

Leave a Reply